EH, KOK NONTON ITU SIH?!
Ayah dan Ibu, memantau perkembangan dan pergaulan anak di usia remaja pasti was-was nggak sih? Di masa-masa pencarian jati diri, sebagai orang tua kita harus mengawal anak untuk menyaring informasi yang begitu deras.
Nggak terkecuali, LGBTQ+ jadi topik yang perlu kita diskusikan dengan anak. Dengan mudahnya akses internet, tanpa kita sadari sejak belia anak-anak sudah mulai diperkenalkan dengan tokoh-tokoh tersebut melalui kartun, film, buku, atau media lainnya. Tentu sebagai muslim dan muslimah, pedoman kita adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Maka, penting untuk kita menanamkan nilai-nilai Islam sejak dini pada anak. Agar saat menemui pertentangan pendapat, anak kita tahu bagaimana harus bersikap. Tapi, mendekati anak usia remaja itu susah-susah gampang. Gimana ya caranya agar anak mau menerima masukan kita?
Yuk cari tahu sama-sama lewat komik di atas!
Taulebih tidak mendukung gerakan yang mempromosikan gaya hidup LGBTQ+. Taulebih mempromosikan sikap memanusiakan saudara kita yang mengalami same-sex attraction dengan membantu & membimbing mereka kembali kepada fitrah seksualitasnya.
MENGAJAK ANAK MENGHINDARI TONTONAN BERMUATAN NEGATIF
Yang harus dilakukan:
• Dampingi anak dalam menonton film bermuatan negatif
• Mendekati dengan tenang dan lembut
• Mengajak diskusi dalam suasana yang nyaman
• Memahami perasaan anak dan tantangan yang mungkin dihadapi di usianya
• Memberikan alternatif kegiatan positif
Yang tidak harus dilakukan:
• Langsung menghardik
• Menasehati satu arah
• Memaksa anak langsung menerima
• Hanya melarang tanpa solusi