
Knowledge Seekers! Adakah di sini yang sudah di usia perimenopause atau kenal seseorang yang sudah mendekati usia menopause? Di Indonesia sendiri, menopause akan terjadi pada rata-rata usia 45–55 tahun, lho! Sebelum itu, akan banyak timbul gejala-gejala yang menandai terjadinya menopause.
Tau nggak, sih? Ada satu tanda menopause yang masih jarang diketahui. Namanya Hot Flash. Hot flash ini adalah salah satu gejala transisi menopause di mana terjadi sensasi panas yang muncul secara tiba-tiba pada wajah, leher, serta dada. Terkadang, hot flash ini juga disertai keringat, meningkatnya detak jantung, gemetar, perasaan cemas, dan lain-lain. Durasinya beragam, dari 30 detik hingga 10 menit.
Sampai saat ini, belum diketahui penyebab pasti dari hot flash. Tetapi, diduga salah satu faktor penyebabnya adalah perubahan hormon yang dilalui oleh wanita yang sudah memasuki masa perimenopause, atau masa-masa sebelum menopause. Menurunnya produksi estrogen memengaruhi kerja hipotalamus sehingga tubuh wanita menjadi lebih sensitif terhadap perubahan suhu.
Secara umum, hot flash ini tidak berbahaya, kok! Tetapi, kita tetap harus mengetahui dan memahami beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi atau mencegah hot flash pada masa perimenopause. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah menjaga kesehatan dan berat badan ideal, menghindari merokok, mengurangi konsumsi kafein, serta dapat menggunakan terapi pengganti hormon untuk membantu penyesuaian tubuh.
Kalau ada Knowledge Seekers atau kerabat yang mengalami hot flash, jangan panik, ya! Beberapa tips untuk menghadapi hot flash yang bisa dilakukan antara lain menurunkan suhu ruangan dengan AC atau kipas angin, mengompres area yang mengalami hot flash, dan jangan lupa perbanyak minum air putih!
Jaga kesehatan selalu, ya, Knowledge Seekers!